You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Komisi B Rekomendasikan Optimalisasi Tata Kelola dan Pengawasan BUMD
photo Fakhrizal Fakhri - Beritajakarta.id

Ini Rekomendasi Komisi B Terhadap Laporan P2APBD 2024

Komisi B DPRD DKI Jakarta menyampaikan sejumlah rekomendasi penting terhadap laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) Tahun Anggaran 2024. Rekomendasi tersebut disampaikan dalam rapat Badan Anggaran (Banggar), Kamis (19/6).

"penyerapan anggaran harus didistribusikan lebih proporsional,"

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh menyampaikan, pihaknya merekomendasikan perbaikan sistem pengendalian internal serta peningkatan pengawasan secara menyeluruh, khususnya untuk menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Terutama terkait kelemahan sistem pengendalian internal dan ketidakpatuhan terhadap regulasi,” ujarnya, Jumat (20/6).

Rapat Banggar DPRD Bahas Hasil Pendalaman RAPBD 2025

Terkait optimalisasi pendapatan daerah, Komisi B mendorong SKPD menggali sumber-sumber pendapatan secara maksimal, termasuk meningkatkan kontribusi BUMD melalui pembenahan manajemen dan evaluasi kinerja secara berkala.

“Penyelesaian tindak lanjut atas temuan BPK terhadap SKPD dan BUMD agar permasalahan serupa tidak berulang di tahun anggaran berikutnya,” jelasnya.

Dalam aspek transparansi dan akuntabilitas, Nova mengingatkan SKPD untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan dan pelaksanaan program yang sesuai prinsip tata kelola yang baik. Komisi B juga merekomendasikan agar SKPD dan BUMD yang belum mencapai target kinerja segera melakukan restrukturisasi sistem kerja bila diperlukan.

Nova turut menekankan pentingnya penguatan sistem pengendalian internal (SPI) dalam pengelolaan aset, pelaporan keuangan, dan kepatuhan hukum. Ia meminta agar pemberian Penyertaan Modal Daerah (PMD) diperketat, dengan laporan penggunaannya disampaikan secara transparan dan berkala.

“Komisi B mendorong perlu adanya integrasi sistem keuangan dan kinerja BUMD dengan sistem pemantauan SKPD dan mendorong seluruh SKPD dan BUMD mempublikasikan kinerja dan penggunaan PMD secara terbuka untuk pengawasan publik,” katanya.

Nova juga menegaskan, alokasi PMD yang telah ditetapkan dalam APBD harus segera direalisasikan. Ia menyatakan, tidak ada alasan bagi direksi BUMD untuk menahan realisasi PMD yang telah ditransfer oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI.

“Sisa dana PMD yang belum digunakan, baik dari tahun berjalan maupun sebelumnya, wajib dilaporkan secara berkala,” imbuhnya.

Komisi B juga menekankan pengawasan lebih ketat terhadap pengadaan dan belanja SKPD serta BUMD, agar pelaksanaan program berjalan sesuai jadwal dan tidak mengganggu pelayanan publik.

Proyek strategis yang dijalankan BUMD, seperti Jakpro, MRT, JIEP, JXB, dan Sarana Jaya, diingatkan agar dilaksanakan tepat waktu dan sesuai anggaran, demi menghindari keterlambatan, pembengkakan biaya, maupun deviasi output.

Nova menambahkan, meskipun penyerapan anggaran SKPD tahun 2024 rata-rata telah mencapai di atas 90 persen, masih ditemukan realisasi anggaran yang menumpuk pada triwulan ketiga dan keempat.

“Ke depan, pelaksanaan dan penyerapan anggaran harus didistribusikan lebih proporsional di setiap triwulan,” katanya.

Di sektor ketenagakerjaan, Komisi B juga mengingatkan tingginya angka pengangguran di Jakarta yang masih di atas enam persen. Nova mendorong Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (DTTKE) untuk bekerja sama lebih aktif dengan lembaga pelatihan kerja guna menekan angka tersebut.

“Jangan biarkan lembaga ini dipersulit karena proses birokrasi yang rumit dan lambat untuk memperoleh perizinan di bidang kompetensi dan profesi,” tandasnya.

Lebih jauh, Nova menilai, perlu disusun standar operasional prosedur (SOP) yang mengatur pemberian hibah secara ketat. Jika penerima tidak memenuhi kewajiban pertanggungjawaban, harus ada sanksi berupa pengurangan atau pencabutan dana hibah.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6853 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6325 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1441 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1416 personTiyo Surya Sakti
  5. Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    access_time13-03-2026 remove_red_eye1339 personAldi Geri Lumban Tobing